kamar yang sebagian orang tabu untuk dibuka dan bisa aku foto “kenpa dibilang tabu”karena pasangan yang aku foto dalam keadaan ML,bukan apa-apa karena gak tau pasangan itu pengen mengabadikan gaya sex mereka dalam sebuah album yang”historisnya”tinggi dan ini adalah konsumsi pribadi mereka,Bayaran mu lumyan Gede waktu itu,Honor yang lumyan bisa buat deting sama pacar-pacar.Lebih dari 2 brow pacarku,maklum aku fotografer setiap ada model cakep yang pengen orbit dan cepat tenar kadang aku bumbu-bumbuin otomatis juga dia sering kasih tips”cium gratis”enak juga mereka semua kan model,tidak usah minta no Hp yang ribet-ribet mereka sendiri yang pengen save no aku, kayak artis juga. He ngomong-Ngomong dalam karirku aku mengalami kejadian sex yang bikin aku konak saat itu,mau tau cerita seks selengkapnya“ ayo sayang , jangan malu , buka lebar kakinya …” pinta Soleh . “ ah .. jangan lebar lebar dong , malu ..” jawab si gadis . Soleh pun membidik dan memfoto , pose erotis gadis itu dengan camera digital megapixelnya .
“ gak usah malu sayang , punya body oke gak apa apa dong di tonton ..” ujar Soleh lagi. “ oke sekarang coba menunging , dan buka deh kakinya agak lebar ..” pinta Soleh lagi . Gadis itu menurut , “ seperti ini ..” .
“ yah , begitu , bagus banget deh pantat kamu , sangat sexy ..” ujar Soleh , sambil memfoto pose itu beberapa kali .
“ yah , begitu , bagus banget deh pantat kamu , sangat sexy ..” ujar Soleh , sambil memfoto pose itu beberapa kali .
Mungkin Soleh juga gak tahan lagi , dan dia meraba vagina gadis itu . “ ahh … jangan ahh … “ gadis itu mulai bersuara , dan merubah posisinya . Gadis kembali duduk di atas ranjang hotel itu , dan kembali Soleh memfoto beberapa shoot lagi .
“ udah ah , waktunya sudah habis ..” gadis itu berjalan ke kamar mandi dan mengunci pintu. Soleh hanya tersenyum saja .
Tak lama Gadis itu sudah rapi berpakaian kembali , dengan t shirt dan rok mini sexynya itu .
“ Soleh eloe benar kan , bisa promosiin gua supaya bisa ikut main sinetron “ tanya Gadis itu . “ tenang aja Ning , gua kenal ma , banyak producer film …” jawab Soleh .
“ benar yah …” kata Ningrum, dan gadis itu bersemangat .
“ benar yah …” kata Ningrum, dan gadis itu bersemangat .
Tangan Soleh pun mulai nakal , dan meraba paha mulus Ningrum .“ ih , Soleh, kamu genit yah …” ujar Ningrum . Tak hanya di situ , Soleh pun memarkirkan bibirnya di bibir indah Ningrum . Ningrum tak menolak , mereka pun berciuman dengan nafsu .
Tangan Ningrum cukup agrefis , meraba raba selangkangan Soleh . Dan perlahan membuka
zippernya , Hingga penis Soleh mencuat keluar dari balik celana boxer . “ ihh , besar banget sih , punya kamu ..” seru Ningrum . “ kamu sukakan , sayang ..” ujar Soleh. Ningrum tersenyum , dan memainkan penis Soleh yang sudah tegang itu .
Tangan Ningrum cukup agrefis , meraba raba selangkangan Soleh . Dan perlahan membuka
zippernya , Hingga penis Soleh mencuat keluar dari balik celana boxer . “ ihh , besar banget sih , punya kamu ..” seru Ningrum . “ kamu sukakan , sayang ..” ujar Soleh. Ningrum tersenyum , dan memainkan penis Soleh yang sudah tegang itu .
Sedangkan tangan Soleh juga terlihat sudah berada di balik rok mini Ningrum . “ ahh , kamu , jahat , bikin saya nafsu aja nih ..” guman Ningrum . Soleh hanya terenyum , dan Ningrum mulai mengubah posisi , lidahnya menjulur , menyentuh ujung penis Soleh . “ ohh….. “ Soleh melenguh . Ningrum terus memainkan ujung penis Soleh , dengan lidahnya , sesaat kemudian , mulai mengulumnya . “ yes babe , yes ..” desah Soleh , sambil ikut mengoyangkan pantatnya .
Sambil kedua tangan Soleh , melepas t shirt Ningrum , yang jongkok di hadapannya . Dan tangan Soleh mulai meraba raba buah dada , Ningrum yang montok , dan tampak sexy itu .
Sambil kedua tangan Soleh , melepas t shirt Ningrum , yang jongkok di hadapannya . Dan tangan Soleh mulai meraba raba buah dada , Ningrum yang montok , dan tampak sexy itu .
Gerakan Ningrum , semakin hot , memberi Soleh the best blowjob dengan harapan Soleh akan membatunya masuk ke duania showbizz. Tangan Soleh , juga terus memainkan buah dada Ningrum , meremas , remas , dan memainkan putting susunya yang tampak menonjol terangsang itu .
Tubuh Ningrum pun terlihat mengelijing , sambil terus mengulum penis Soleh .
Sepuluh menit berlalu , Soleh sudah semakin dekat ke puncak birahinya , kini kedua
tangannya , memegang kepala Ningrum , dan menguyangkan kepalanya muju dan mundur . “
oh .. ..oh…” Soleh melenguh , dan Ningrum menerima dengan nafsu setiap desakan penis besar
Soleh di mulutnya .
Tubuh Ningrum pun terlihat mengelijing , sambil terus mengulum penis Soleh .
Sepuluh menit berlalu , Soleh sudah semakin dekat ke puncak birahinya , kini kedua
tangannya , memegang kepala Ningrum , dan menguyangkan kepalanya muju dan mundur . “
oh .. ..oh…” Soleh melenguh , dan Ningrum menerima dengan nafsu setiap desakan penis besar
Soleh di mulutnya .
“ ohh , gua sudah mau keluar..” erang Soleh . Sambil mempercepat gerakkan bokongnya . Penisnya bergerak cepat di dalam mulut Ningrum , dan tak lama , Soleh terdiam . Ningrum memejamkan matanya , dan merasakan semburan hangat , dalam mulutnya .
Ningrum segera berlari ke toilet , membersihkan mulutnya , sedang Soleh terduduk lemas . Tapi itu tak lama , setelah Ningrum keluar dari toilet , Soleh langsung menyambutnya , dan melumat bibirnya dengan nafsu .
Ningrum memang cantik , di usianya yang menginjak 27 tahun , tubuhnya sexy dan matang . Rambutnya yang sebahu , selalu tertata rapi . Tangan Soleh pun melepas releting rok mini yang di kenakan Ningrum . Lalu jari jari nakal Soleh , mulai mengelus elus selangkangan Ningrum , yang masih terbalut celana dalam hitam mininya . “ ih … ahh….” desah Ningrum , yang berdiri , sambil memegang pundak Soleh .
Tangan Soleh pun tak sabar , memelorotkan celana dalam Ningrum . Terlihat bulu bulu , yang menghias bukit vaginanya . Jari Soleh bergerak , meraba belahan vagina Ningrum . Mencari daerah sensitif organ rahasia Ningrum . “ shhhh… ahh….” desah Ningrum . Jari Soleh pun mengesek klitoris Ningrum , membuat Ningrum semakin mendesah .
Jari jari Soleh tidak hanya mengesek , namun bergerak masuk keliang vagina Ningrum “ohh … ohh…. .. ohh…” desah nya . Jari jari Soleh lincah bergerak , membuat Ningrum semakin mendesah desah kenikmatan .
Jari jari yang basah itu terus keluar masuk liang vagina Ningrum , hingga Ningrum di buatnya tak bisa bertahan . “ ahh.. udah .., saya gak kuat di giniin…ahh…” desah Ningrum , yang membuat Soleh semakin mempercapat gerakan jarinya , dalam vagina Ningrum yang semakin basah . “ ahh … udah..ah… “ .Dan tiba tiba , tubuh Ningrum mengejang , dan seakan tulangnya lepas , dan Ningrum terduduk di lantai karpet kamar hotel itu .
Kembali Soleh , menarik tangannya , hingga Ningrum berdiri , dan duduk di pangkuan Soleh , dan Soleh melumat bibir Ningrum dengan nafsu . Bibir mereka menempel erat , dan lidah mereka berpilin pilin , beberapa saat , hingga Soleh , merebahkan tubuh Ningrum , yang sudah separuhnya bugil , di kasur empuk hotel itu .
Kedua kaki Ningrum di buka lebar oleh Soleh , vaginanya yang memerah , dengan liang vagina yang siap santap . Soleh pun mulai mengarahkan penisnya , mendekat liang vagina Ningrum , dan semakin mendekat .
“ ahh .. soleh .. pelan pelan ..dong.. …” ujar Ningrum . Soleh hanya tersenyum , dan terus mendesak penis besarnya ke dalam vagina Ningrum , gadis yang cantik itu . “ ohh .. .. ohh… “ erang Ningrum , menikmati desakan hardware milik Soleh itu .
Soleh pun mulai dengan goyangan saktinya , mendorong , dan menarik , membuat tubuh Ningrum , mengelijing , dan mulutnya mendesah desah . Gerakan Soleh pun semakin cepat, dan Ningrum semakin menikmati gerakan Soleh , seakan di bawa Soleh terbang jauh, melayang di langit kenikmatan .
Meraka terus bergumul , kedua kaki Ningrum terlihat melingkar di pingang Soleh , menjaga agar tak lepas , moment moment penuh kenikmatan ini . Soleh pun terus mendorong dan menarik penisnya .
“ ahh .. ahh .. aku gak kuat lagi ..ohh…. “ erang Ningrum . Soleh semakin mempercepat gerakkannya , dan Ningrum menjerit , sambil tangannya mencengkram kuat pundak Soleh. Tubuhnya mengejang , dan kembali Ningrum mendapat orgasmenya . Begitu juga dengan Soleh yang sudah tak bisa membendung birahinya , dan melepas spermanya .
Soleh berhenti dengan gerakkannya , dan menciumi bibir Ningrum dengan mesra .
Setelah pertempuranku yang sangat melelehkan dengan Ibu Lastri, aku benar benar harus mengkonsumi beberapa multi vitamin dan berolahraga agar staminaku tetap fit. Apalagi tubuh Ibu Lastri yang begitu besar sehingga selain capai bergoyang aku juga harus menahan bobot tubuhnya yang kelewat besar,
Dua hari setelah pertempuranku dengan Ibu Lastri, Hpku berdering. Oh ya sekarang aku harus memakai 2 HP dengan nomor yang berbeda, yang satu khusus untuk menerima telfon dari wanita wanita yang mengajakku kencan dan yang satu lagi untuk keluarga dan teman temanku.
“Hallo Pento ya! Ini Ibu Lastri masih ingatkan?”
“Hallo Ibu Lastri apa khabar.., tentu aku masih ingat dengan Ibu!, ada apa nih Bu?”, tanyaku.
“Gini pen!, Ibu cerita sama temen Ibu tentang kamu, dan temen Ibu itu tertarik mau mencoba segala keramah tamahanmu, Gimana kamu maukan? Kalau kamu ok, temen Ibu itu sekarang ada di hotel Horison Lt empat.
“Wah, kenapa engak Ibu aja yang ngajak saya!, Ibu ngak puas ya sama saya! pelan sekali suaraku takut terdengar teman temanku yang lain.
“Ngaco kamu, kalau Ibu ngak puas, ngapain juga Ibu promosiin kamu sama temen Ibu!, iyakan”.
“Ok deh Bu Lastri saya mau, jam berapa saya bisa datang “.
“Terserah kamu!, kalau kamu bisa keluar dari kantor sekarang, sekarang aja kamu langsung kesana!, gimana jam berapa kamu bisa?
Setelah berpikir sejenak aku memutuskan untuk pulang kerja jam tiga sore, apalagi Ibu Mila belum kembali dari LN.
“Ok Bu Lastri, jam tiga saja aku pasti datang, oh ya.. nama temen Ibu siapa?
“Namanya Ibu Ayu, dia ada dilantai empat kamar xx, dan jangan kecewaiin Ibu ok, Ibu mau telfon temen Ibu dulu memberi kabar kalau kamu datang jam tigaan Bye “.
Wah ada rejeki nih, Cuma aku jadi berpikir lagi!, jangan jangan temen Ibu Lastri sama dengan Ibu Lastri yang bertubuh besar namun aduhai!, bisa celaka dua belas nih. Dengan alasan yang kubuat buat jam 2:30 aku ijin dari kantorku, dengan taksi aku meluncur ke daerah Ancol menuju hotel Horison.
Setelah masuk kedalam Lobby aku bilang sama receptionist kalau aku saudaranya Ibu Ayu di lantai empat dan mau berjumpa dengan beliau.
“Sebentar ya Pak saya tanya Ibu Ayu dulu”, jawab receptionist dengan ramahnya.
“Hallo sore Ibu Ayu maaf mengganggu, ini dari looby ada tamu yang mau bertemu Ibu ”
“Namanya Pento Bu “.
“Iya.. iya selamat sore Bu”, jawab receptionist sambil menutup pembicaraan.
“Silakan Mas! lagsung naik saja sudah ditunggu “.
“Terima kasih Mbak”, jawabku
Setelah sampai diatas dan berada didepan kamar Ibu Ayu, jantung ku berdebar dengan keras!, aku agak sedikit grogi. Kuketuk pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka.
“Pento ya?, mari masuk jangan bengong gitu dong, ntar kesambet si manis jembatan ancol lu “. sapa Ibu Ayu.
Sambil melangkah masuk kedalam kamar hotel, aku jadi terbengong bengong dengan apa yang aku lihat, apa aku ngak mimpi!, karena Ibu Ayu yang ada di depanku ini adalah wanita setengah baya atau mungkin bisa di bilang wanita lanjut usia dan yang mengundangku untuk bertukar lendir kenikmatan adalah seorang pemain film, artis sinetron yang sangat tekenal!
Sekarang ini beliau sering memerankan tokoh Ibu Ibu orang kaya dengan dandanan menor dan rambut sering di sanggul. Sudahlan aku tidak ingin lebih rinci lagi menjelaskan siapa Ibu Ayu!, aku harus tetap menjaga kerahasian konsumenku.
“Mau minum apa”, tanya Ibu Ayu.
“Apa saja Bu”, jawabku gugup
“Silahkan duduk Pento rilex saja, jangan tegang gitu dong!”, canda Ibu Ayu
Akupun duduk di sofa yang menghadap kearah pantai, indah sekali pemandangannya.
Tak berapa lama, Ibu Ayu datang menghampiriku dengan 2 kaleng coca cola diet, kemudian tanpa kusangka sangka Ibu Ayu langsung duduk dipangkuanku, dengan gaya yang manja sekali.
“Silahkan minum sayang, aku mau coba apa kamu sehebat seperti yang dibilang si Lastri “.
Kutaruh minumanku dan kulepas kemejaku agar tidak kusut, kemudian Ibu Ayu menciumi bibirku dan tangannya meremas remas burungku yang masih terbungkus celanaku. Aku pun tidak tinggal diam langung kulumat bibir wanita yang sepantasnya jadi nenekku, tangankupun gerilya kesana kemari meremas dan mengelus elus tubuh Ibu Ayu yang sudah sangat kendor sekali sembari memberi rangsangan nikmat kepadanya.
Tanpa sadar helai demi helai pakaian kami berdua sudah saling berjatuhan, aku dan Ibu Ayu sudah telanjang bulat. Dalam hati aku berkata, kalau di TV Ibu Ayu selalu berdandan trendi sekarang ini beliau sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun, dengan tubuh yang sudah sangat kendor, apalagi buah dadanya!, hanya kemulusan kulit tubuhnya saja yang masih tersisa. Namun beliau adalah konsumenku dan aku wajib untuk memberi kepuasan kepadanya.
Kuubah posisi kami, sekarang Ibu Ayu duduk bersandar dengan kaki mengangkang, kucumbu mulai dari bibir, saling berpagutan turun ke lehernya terus turun kebuah dadanya. Kumainkan Putting susunya kuhisap bergantian kiri dan kanan sambil tanganku meremas dan mencongkel congkel serta menusuk nusuk memeknya dengan jari jari saktiku.
Cumbuanku pun perlahan lahan turun kebawah dan berakhir disawah ladang Ibu Ayu, Kujilati dan kuhisap memek Ibu Ayu yang licin tanpa bulu kemaluan yang sudah dicukur rapi. Aku benar benar tidak mau rugi!, kunikmati seluruh tubuh Ibu Ayu jengkal demi jengkal tidak ada bagian tubuhnya yang terlewati untuk ku nikmati. Aku benar benar ingin memuaskan Ibu Ayu, berlama lama aku bermain dan memberi rangsangan kenikmatan di lubang memek dan itilnya yang membuat Ibu Ayu semakin mengelinjang dan mendesah tidak karuan.
“Uhh.. Pento.. Hisap yang kuat sayang Ibu Ibu.. Mau keluar..”
Aku sadar dengan usia Ibu Ayu, kuhentikan hisapanku, aku tidak mau ini berakhir dan harus menunggu stamina Ibu Ayu pulih kembali untuk memulainya lagi. Ibu Ayu pun protes kepadaku.
“Kenapa dihentikan Pen.., Ibu sudah hampir sampai..”.
“Maaf Bu!, aku mau Ibu orgasme dengan kontolku bukan dengan lidahku”.
“Ihh.. ternyata kamu nakal juga ya.. pen..”.
Aku bangkit dan duduk bersandar disofa. Saat tanganku hendak meraih kondom yang sudah kusiapkan di meja. Ibu Ayu melarangku mengunakan kondom.
“Tak usah pakai kondom Pen, kurang nikmat!, Ibu percaya kamu bersih dan kamu juga harus percaya Ibu juga bersih”.
Kemudian Ibu Ayu bangkit berdiri lalu menduduki tubuhku sambil merusaha memasukan batang kontol ku kelubang memeknya.
“Ahh Rintih kami bersamaan saat batang kontolku membelah dan masuk ke dalam lubang memek Ibu Ayu yang sangat licin sekali, mungkin karena banyaknya air liurku yang bercampur dengan lendir nikmatnya.
Dalam posisi duduk ini, aku bisa lebih leluasa menghisap tetek Ibu Ayu dan meremas remas pantatnya. Digoyangnya perlahan lahan kemudian diputar pantatnya dan sesekali dinaik turunkan pantatnya.
“Uhh.. Pento.. enak sayang.. enak.., ahh.. ah.. ihh.. ihh”, rintih Ibu Ayu.
Kusedot puitng susu Ibu Ayu dengan kuat sambil tanganku membelai punggung dan meremas pantatnya, kami terus berpacu mengejar sejuta nikmat yang begitu fantastis yang selalu di hayalkan hampir semua orang, dan akhirnya
“Arrgg Pento.. enak sekali.. sayang.. Ibu.. Ibu.. mau keluar.. nih..”.
“Tahan Bu saya juga mau keluar”, yah!, Hari ini aku tidak meminum obat kuat, aku ingin menikmati secara alami gesekan dinging memek Ibu Ayu dengan batang kontolku.
Goyangan pantat Ibu Ayu semakin lama semakin cepat dan gesekan gesekan dinging memek Ibu Ayu dengan batang kontolku semakin membuatku terbang melayang. Beruntung sekali aku bisa merasakan memek orang terkenal, Walaupun Ibu Ayu bisa dibilang sudah tua, bagiku memek tetaplah memek! Thanks buat Ibu Lastri.
Akhirnya sekujur tubuhku menegang, urat urat dibatang kontolku semakin sensitive menanti ledakan nikmat yang sebentar lagi akan keluar.
“Arrgg Pento.. Ibu sampee”,
“Arrgg buu.. saya keluarr.”
Aku dan Ibu Ayu menjerit bersamaan melepas orgasmenya dan ejakulasiku secara bersamaan, dipeluknya tubuhku erat sekali, dan akupun memeluknya dengan erat.
Setelah lewat beberapa menit aku dan Ibu Ayu masih belum merubah posisi kami dan masih terus berpelukan menikmati sisa sisa kenikmatan yang baru saja kami berdua lewati, dan mengatur nafas kami yang tidak teratur.
“Pento rasanya damai sekali berpelukan seperti ini, thanks ya kamu udah bikin Ibu meraihnya.
“Sama sama Bu saya juga suka berpelukan seperti ini”, kubelai rambutnya dan kukecup keningnya.
Hari itu aku dan Ibu Ayu mengulangi dua kali lagi persetubuhan kami, di tempat tidur dan di kamar mandi, persetubuhanku yang terakhir di kamar mandi dengan Ibu Ayu sangat fantastis, seperti layaknya seorang gadis muda Ibu Ayu mencoba bermacam macam gaya dan yang terakhir Ibu Ayu memintaku memasukan batang kontolku ke lubang anusnya.
Ternyata lobang anus Ibu Ayu sudah cukup longgar mungkin suaminya suka main di lubang yang satu ini atau dengan lelaki lain yang disewanya. Setelah kugunakan kondom tanpa kesulitan yang berarti perlahan lahan namun pasti batang kontolku masuk membelah lobang anusnya, kudiamkan sesaat sambil ku nikmati sensasinya kemudian aku pompa maju mundur.
Jepitan lobang anus Ibu Ayu mencengkeram dengan kuat batang kontolku!, walaupun aku mencoba untuk bertahan lebih lama akhirnya aku sudah tidak sanggup lagi menahannya!, dengan satu teriakan panjang sambil kubenamkan dalam dalam batang kontolku di lubang anusnya, aku melepas ejakulasiku di pantatnya dan Ibu Ayu melepas orgasme panjangnya sambil menangis tersedu sedu.
Aku benar benar merasa puas bisa membuat Ibu Ayu mencapai titik yang diinginkannya, dan harus kuakui stamina Ibu Ayu sangat kuat sekali. Setelah beristirahat beberapa jam, pukul 12 malam, akupun pamit hendak pulang, walaupun Ibu Ayu mencoba menahanku agar aku menginap bersamanya. Akhirnya setelah aku ceritakan sedikit tentang diriku, Ibu Ayu pun mau mengerti dan memahami kondisiku, dengan satu perjanjian aku harus bersedia memberikan kepuasan birahi kepadanya saat Ibu Ayu membutuhkannya. Setelah kuberikan Nomor HP ku kukecup kening Ibu Ayu dan akupun pamit pulang.
Di dalam taksi aku masih tidak habis pikir bahwa Orang seperti Ibu Ayu yang merupakan public figur dan artis terkenal juga nenek dari beberapa orang cucu, ternyata masih membutuhkan orang sepertiku untuk melampiaskan dan melepas nafsu birahinya. Tapi sudahlah!, tiap orang punya Masalah dan seleranya sendiri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar